PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Akhsanul In’am, Ph.D
Universitas Muhammadiyah
Malang
Hasil penelitian dapat dilaporkan
dalam bentuk naskah tulisan terbatas yang dimuat dalam sebuah jurnal, demikian
juga hasil pengabdian kepada masyarakat, laporan pengembangan masyarakat dan
hasil dari pemikiran. Naskah singkat yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah
tersebut dinamakan dengan artikel ilmiah. Penulisan artikel ilmiah mempunyai
bentuk, struktur dan sifat-sifat tertentu, sehingga dalam penulisannya
mempunyai pola, teknik dan kaedah tertentu. Secara umum penulisan artikel
ilmiah mempunyai pola dan teknik relatif sama yang dipublikasikan melalui
penerbitan jurnal ilmiah. Namun masing-masing jurnal ilmiah biasanya mempunyai
gaya penulisan yang berbeda mengikut gaya penulisan jurnal ilmiah yang
dikembangkannya.
Jurnal
llmiah pada umumnya memuat salah satu dari hal-hal berikut, a) kumpulan
pengetahuan baru, b) pengamatan empirik dan 3) gagasan atau usulan baru. Dalam paper
ini dibahas penulisan artikel ilmiah sebagai hasil dari penelitian dan hasil
pemikiran.
A. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Hasil
penelitian yang hendak ditulis dalam bentuk artikel ilmiah, dikupas kembali
sesuai dengan gaya penulisan yang ditetapkan oleh suatu jurnal ilmiah, sebab
masing-masing jurnal mempunyai gaya penulisan yang berbeda, meski secara umum
terdapat aturan yang dapat dipenuhi oleh suatu jurnal.
Artikel
ilmiah hasil penelitian terdiri dari beberapa aspek, yaitu judul, nama penulis,
abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil penelitian, pembahasan,
kesimpulan dan saran serta daftar pustaka.
1. Judul
Judul
artikel ilmiah hasil penelitian mencerminkan penelitian yang dilakukan, dengan
panjang maksimum 15 kata. Beberapa hal yang dianggap penting dalam judul berkaitan
dengan variabel, tempat penelitian hendaknya dapat dicantumkan.
2. Nama Penulis
Sebuah
tulisan dikaji dan dianalisis tidak didasarkan kepada gelar, pangkat,
kewibawaan atau berbagai hal yang melekat pada diri penulisnya, namun
didasarkan pada ketajaman analisis dari penulis dalam mengkaji permasalahan.
Untuk itu pencantuman nama dari penulis cukup dituliskan nama tanpa gelar,
namun jika diperlukan gelar kebangsawanan dan keagamaan boleh dicantumkan.
Kemudian diikuti lembaga tempat bernaung dan alamat email penulis, sebagai
sarana untuk mendiskusikan kajian yang dipaparkan dengan para pembaca
3. Abstrak dan Kata kunci
Abstrak adalah
ringkasan dari isi artikel ilmiah yang ditulis secara singkat dan padat bukan
merupakan komentar atau pengantar dari penulis. Tujuan abstrak untuk
menunjukkan gambaran secara ringkas isi artikel, yang dituliskan sepanjang
150-200 kata dengan format lebih sempit dari teks utama dengan tepi kanan dan
tepi kiri menjorok kedalam dengan ukuran font 10. Isi abstrak artikel ilmiah
dari hasil penelitian dimulai dengan pemaparan pendahuluan yang berisi
permasalahan dan tujuan, kemudian metode penelitian yang diteruskan dengan
hasil dan kesimpulan.
Untuk memberikan
penekanan terhadap ide dan gagasan penulisan, artikel ilmiah diikuti dengan
kata kunci yang merupakan istilah-istilah yang dapat mewakili ide dan gagasan
penulisan. Kata kunci biasanya dituliskan setelah abstrak sebanyak 3-5 kata
kunci dengan ketentuan, jika artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, maka kata
kunci ditulis dalam bahasa Indonesia, sedangkan jika artikel ditulis dalam
bahasa Inggris, maka kata kunci dituliskan dalam bahasa Inggris.
4. Pendahuluan
Bagian
ini berisikan tentang ide dan gagasan yang akan dipaparkan berkaitan dengan
permasalahan penelitian, tujuan penelitian serta ringkasan kajian literatur
yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji. Penulisan bagian pendahuluan
tanpa dibagi menjadi sub bagian, namun dinyatakan dengan paragrap yang berbeda mengenai
permasalahan, tujuan kajian serta kajian literatur.
5. Metode Penelitian
Sebuah
penelitian dilakukan dengan metode bergantung kepada jenis penelitian yang
digunakannya. Dalam paparan metode penelitian didahului dengan pendekatan
penelitian yang digunakan. Hal ini berkaitan dengan aspek-aspek yang melekat
pada pendekatan penelitian. Jika pendekatan penelitian menggunakan kajian
kuantitatif serta menggunakan statistik inferensial sebagai alat analisis data,
maka diperlukan adanya populasi dan sampel. Namun jika menggunakan pendekatan kualitatif,
maka subjek penelitian yang perlu diungkapkan, berikutnya adalah cara
pengambilan data serta analisis yang digunakannya.
6. Hasil Penelitian
Bagian
ini mengemukakan hasil penelitian yang telah diolah sesuai dengan analisis data
yang digunakannya. Penyajian hasil penelitian dapat menggunakan tabel atau
grafik sebagai sarana untuk menjelaskan hasil kajian. Hasil penelitian selaras
dengan permasalahan yang diajukan, sehingga paparan pada bagian ini dapat
dijelaskan melalui sub bagian.
7. Pembahasan
Pembahasan
merupakan ulasan dari penulis berkaitan dengan hasil kajian yang diperolehnya.
Dasar yang digunakan adalah kajian terdahulu, baik dalam bentuk penelitian
maupun teori-teori yang bersesuaian. Berdasarkan dua hal tersebut dapat
diungkap dan dipaparkan mengenai hasil penelitian dengan cara membandingkan
atau mengkonfirmasikannya.
8. Simpulan dan Saran
Pemaparan
kesimpulan didasarkan kepada permasalahan yang diajukan, sehingga secara
kuantitatif dapat dikatakan, jika permasalahan yang diajukan sebanyak n masalah, maka kesimpulannya mengacu
kepada banyaknya rumusan masalah. Sedangkan saran yang dikemukakan hendaknya
berkaitan dengan temuan yang diperoleh dari penelitian.
9. Rujukan
Rujukan memuat semua bahan yang menjadi acuan
dalam penulisan, dan bahan yang tidak menjadi acuan penulisan tidak dicantumkan.
B. Artikel Ilmiah Hasil Pemikiran
Artikel
ilmiah hasil pemikiran merupakan naskah tulisan yang dihasilkan atas dasar
suatu permasalahan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Tulisan yang
dipaparkan dikaji dengan mendasarkan kepada berbagai naskah tulisan yang sesuai
dengan ide dan gagasan yang sedang dituliskan, demikian juga yang bertentangan
dengan karya yang akan dihasilkan, termasuk hasil-hasil penerbitan terdahulu.
Naskah
yang dihasilkan dari hasil pemikiran mengungkapkan berbagai pemikiran penulis
yang didasarkan kepada pendapat-pendapat terdahulu yang menjadi pijakan dalam
penulisan. Sehingga artikel ilmiah yang dihasilkan merupakan hasil analisis
kritis untuk mengkaji berbagai pendapat yang searah dan juga yang berlawanan
dengan pemikiran penulis.
Artikel
ilmiah hasil pemikiran terdiri dari beberapa aspek, yaitu judul, nama penulis,
abstrak, kata kunci, pendahuluan, pembahasan, penutup dan daftar pustaka. Uraian
masing-masing aspek adalah sebagai berikut.
1. Judul
Judul artikel ilmiah
hasil pemikiran dituliskan dengan panjang maksimum 15 kata dan hendaknya dapat
mencerminkan masalah yang dikaji. Pemilihan kata-kata sebaiknya mengandung unsur yang bermakna, sehingga
orang yang membaca judul tersebut mempunyai rasa tertarik untuk mengetahui
pembahasan yang dilakukan penulis.
2. Nama Penulis
Pedoman penulisan
nama penulis sama dengan yang tercantum dalam pedoman nama penulis artikel
hasil penelitian.
3. Abstrak dan Kata kunci
Abstrak adalah
ringkasan dari isi artikel ilmiah yang dituliskan secara padat dan berisi,
bukan merupakan komentar atau pengantar dari penulis. Tujuan abstrak adalah
untuk menunjukkan gambaran secara ringkas isi dari artikel, yang dituliskan
sepanjang 150-200 kata dengan format lebih sempit dari teks utama dengan tepi
kanan dan tepi kiri menjorok kedalam dengan ukuran font 10. Untuk memberikan
penekanan terhadap ide dan gagasan penulisan, artikel ilmiah diikuti dengan
kata kunci yang merupakan istilah-istilah yang dapat mewakili ide dan gagasan
penulisan. Kata kunci biasanya dituliskan setelah abstrak sebanyak 3-5 kata
kunci dengan ketentuan seperti uraian sebelumnya.
4. Pendahuluan
Bagian pendahuluan
berisikan tulisan yang dapat menarik perhatian pembaca yang terdiri dari
permasalahan dan manfaat yang diharapkan. Dalam bagian ini dikemukakan uraian
mengenai kajian pembahasan yang relevan dan juga kajian yang bertentangan yang
diperoleh dari naskah artikel terdahulu. Sebagai penutup, uraian pendahuluan
dapat diakhiri dengan rumusan permasalahan dan tujuan penulisan.
5. Pembahasan
Bagian pembahasan
hendaknya ditulis secara logis dan runtut sesuai dengan rancangan permasalahan
yang dikaji. Kajian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang dibahas
dapat diuraikan untuk mendukung analisis kajian dan juga dapat digunakan untuk
menunjukkan pada posisi mana artikel ilmiah ini ditulis. Demikian juga kajian
terdahulu yang bertentangan dengan kajian, hal ini sebagai cara untuk
perbandingan hasil kajian yang dilaksanakan dengan kajian yang telah dilakukan
oleh penulis lain. Pada bagian ini hendaknya tidak memperbanyak sub bagian
kajian, hal ini untuk menghindari tidak fokusnya pembahasan dan menjadikan
telaah dapat mengarah kepada permasalahan yang dikaji.
6. Penutup
Bagian penutup
berisikan kesimpulan penulis berkaitan dengan uraian kajian jawaban dari
permasalahan yang diajukan. Demikian juga dapat disampaikan sumbangsihnya
kajian terhadap pengembangan ilmu dan juga saran-saran yang perlu disampaikan
berkaitan dengan hasil pembahasan yang dikemukakan.
7. Rujukan
Pedoman penulisan rujukan sama dengan pedoman pada penulisan
artikel ilmiah hasil penelitian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar