Sabtu, 14 Maret 2015

Penulian Artikel Ilmiah

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH

Akhsanul In’am, Ph.D
Universitas Muhammadiyah Malang

            Hasil penelitian dapat dilaporkan dalam bentuk naskah tulisan terbatas yang dimuat dalam sebuah jurnal, demikian juga hasil pengabdian kepada masyarakat, laporan pengembangan masyarakat dan hasil dari pemikiran. Naskah singkat yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah tersebut dinamakan dengan artikel ilmiah. Penulisan artikel ilmiah mempunyai bentuk, struktur dan sifat-sifat tertentu, sehingga dalam penulisannya mempunyai pola, teknik dan kaedah tertentu. Secara umum penulisan artikel ilmiah mempunyai pola dan teknik relatif sama yang dipublikasikan melalui penerbitan jurnal ilmiah. Namun masing-masing jurnal ilmiah biasanya mempunyai gaya penulisan yang berbeda mengikut gaya penulisan jurnal ilmiah yang dikembangkannya.
Jurnal llmiah pada umumnya memuat salah satu dari hal-hal berikut, a) kumpulan pengetahuan baru, b) pengamatan empirik dan 3) gagasan atau usulan baru. Dalam paper ini dibahas penulisan artikel ilmiah sebagai hasil dari penelitian dan hasil pemikiran.
A.     Artikel Ilmiah Hasil Penelitian
Hasil penelitian yang hendak ditulis dalam bentuk artikel ilmiah, dikupas kembali sesuai dengan gaya penulisan yang ditetapkan oleh suatu jurnal ilmiah, sebab masing-masing jurnal mempunyai gaya penulisan yang berbeda, meski secara umum terdapat aturan yang dapat dipenuhi oleh suatu jurnal.
Artikel ilmiah hasil penelitian terdiri dari beberapa aspek, yaitu judul, nama penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan dan saran serta daftar pustaka.
1.       Judul
Judul artikel ilmiah hasil penelitian mencerminkan penelitian yang dilakukan, dengan panjang maksimum 15 kata. Beberapa hal yang dianggap penting dalam judul berkaitan dengan variabel, tempat penelitian hendaknya dapat dicantumkan.  
2.      Nama Penulis
Sebuah tulisan dikaji dan dianalisis tidak didasarkan kepada gelar, pangkat, kewibawaan atau berbagai hal yang melekat pada diri penulisnya, namun didasarkan pada ketajaman analisis dari penulis dalam mengkaji permasalahan. Untuk itu pencantuman nama dari penulis cukup dituliskan nama tanpa gelar, namun jika diperlukan gelar kebangsawanan dan keagamaan boleh dicantumkan. Kemudian diikuti lembaga tempat bernaung dan alamat email penulis, sebagai sarana untuk mendiskusikan kajian yang dipaparkan dengan para pembaca
3.      Abstrak dan Kata kunci
Abstrak adalah ringkasan dari isi artikel ilmiah yang ditulis secara singkat dan padat bukan merupakan komentar atau pengantar dari penulis. Tujuan abstrak untuk menunjukkan gambaran secara ringkas isi artikel, yang dituliskan sepanjang 150-200 kata dengan format lebih sempit dari teks utama dengan tepi kanan dan tepi kiri menjorok kedalam dengan ukuran font 10. Isi abstrak artikel ilmiah dari hasil penelitian dimulai dengan pemaparan pendahuluan yang berisi permasalahan dan tujuan, kemudian metode penelitian yang diteruskan dengan hasil dan kesimpulan.
Untuk memberikan penekanan terhadap ide dan gagasan penulisan, artikel ilmiah diikuti dengan kata kunci yang merupakan istilah-istilah yang dapat mewakili ide dan gagasan penulisan. Kata kunci biasanya dituliskan setelah abstrak sebanyak 3-5 kata kunci dengan ketentuan, jika artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, maka kata kunci ditulis dalam bahasa Indonesia, sedangkan jika artikel ditulis dalam bahasa Inggris, maka kata kunci dituliskan dalam bahasa Inggris.
4.      Pendahuluan
Bagian ini berisikan tentang ide dan gagasan yang akan dipaparkan berkaitan dengan permasalahan penelitian, tujuan penelitian serta ringkasan kajian literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang dikaji. Penulisan bagian pendahuluan tanpa dibagi menjadi sub bagian, namun dinyatakan dengan paragrap yang berbeda mengenai permasalahan, tujuan kajian serta kajian literatur.
5.      Metode Penelitian
Sebuah penelitian dilakukan dengan metode bergantung kepada jenis penelitian yang digunakannya. Dalam paparan metode penelitian didahului dengan pendekatan penelitian yang digunakan. Hal ini berkaitan dengan aspek-aspek yang melekat pada pendekatan penelitian. Jika pendekatan penelitian menggunakan kajian kuantitatif serta menggunakan statistik inferensial sebagai alat analisis data, maka diperlukan adanya populasi dan sampel. Namun jika menggunakan pendekatan kualitatif, maka subjek penelitian yang perlu diungkapkan, berikutnya adalah cara pengambilan data serta analisis yang digunakannya.
6.      Hasil Penelitian
Bagian ini mengemukakan hasil penelitian yang telah diolah sesuai dengan analisis data yang digunakannya. Penyajian hasil penelitian dapat menggunakan tabel atau grafik sebagai sarana untuk menjelaskan hasil kajian. Hasil penelitian selaras dengan permasalahan yang diajukan, sehingga paparan pada bagian ini dapat dijelaskan melalui sub bagian.
7.      Pembahasan
Pembahasan merupakan ulasan dari penulis berkaitan dengan hasil kajian yang diperolehnya. Dasar yang digunakan adalah kajian terdahulu, baik dalam bentuk penelitian maupun teori-teori yang bersesuaian. Berdasarkan dua hal tersebut dapat diungkap dan dipaparkan mengenai hasil penelitian dengan cara membandingkan atau mengkonfirmasikannya.
8.      Simpulan dan Saran
Pemaparan kesimpulan didasarkan kepada permasalahan yang diajukan, sehingga secara kuantitatif dapat dikatakan, jika permasalahan yang diajukan sebanyak n masalah, maka kesimpulannya mengacu kepada banyaknya rumusan masalah. Sedangkan saran yang dikemukakan hendaknya berkaitan dengan temuan yang diperoleh dari penelitian.



9.      Rujukan
Rujukan memuat semua bahan yang menjadi acuan dalam penulisan, dan bahan yang tidak menjadi acuan penulisan tidak dicantumkan.  

B.     Artikel Ilmiah Hasil Pemikiran
Artikel ilmiah hasil pemikiran merupakan naskah tulisan yang dihasilkan atas dasar suatu permasalahan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Tulisan yang dipaparkan dikaji dengan mendasarkan kepada berbagai naskah tulisan yang sesuai dengan ide dan gagasan yang sedang dituliskan, demikian juga yang bertentangan dengan karya yang akan dihasilkan, termasuk hasil-hasil penerbitan terdahulu.
Naskah yang dihasilkan dari hasil pemikiran mengungkapkan berbagai pemikiran penulis yang didasarkan kepada pendapat-pendapat terdahulu yang menjadi pijakan dalam penulisan. Sehingga artikel ilmiah yang dihasilkan merupakan hasil analisis kritis untuk mengkaji berbagai pendapat yang searah dan juga yang berlawanan dengan pemikiran penulis.
Artikel ilmiah hasil pemikiran terdiri dari beberapa aspek, yaitu judul, nama penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, pembahasan, penutup dan daftar pustaka. Uraian masing-masing aspek adalah sebagai berikut.
1.       Judul
Judul artikel ilmiah hasil pemikiran dituliskan dengan panjang maksimum 15 kata dan hendaknya dapat mencerminkan masalah yang dikaji. Pemilihan kata-kata sebaiknya  mengandung unsur yang bermakna, sehingga orang yang membaca judul tersebut mempunyai rasa tertarik untuk mengetahui pembahasan yang dilakukan penulis.
2.      Nama Penulis
Pedoman penulisan nama penulis sama dengan yang tercantum dalam pedoman nama penulis artikel hasil penelitian.
3.      Abstrak dan Kata kunci
Abstrak adalah ringkasan dari isi artikel ilmiah yang dituliskan secara padat dan berisi, bukan merupakan komentar atau pengantar dari penulis. Tujuan abstrak adalah untuk menunjukkan gambaran secara ringkas isi dari artikel, yang dituliskan sepanjang 150-200 kata dengan format lebih sempit dari teks utama dengan tepi kanan dan tepi kiri menjorok kedalam dengan ukuran font 10. Untuk memberikan penekanan terhadap ide dan gagasan penulisan, artikel ilmiah diikuti dengan kata kunci yang merupakan istilah-istilah yang dapat mewakili ide dan gagasan penulisan. Kata kunci biasanya dituliskan setelah abstrak sebanyak 3-5 kata kunci dengan ketentuan seperti uraian sebelumnya.
4.      Pendahuluan
Bagian pendahuluan berisikan tulisan yang dapat menarik perhatian pembaca yang terdiri dari permasalahan dan manfaat yang diharapkan. Dalam bagian ini dikemukakan uraian mengenai kajian pembahasan yang relevan dan juga kajian yang bertentangan yang diperoleh dari naskah artikel terdahulu. Sebagai penutup, uraian pendahuluan dapat diakhiri dengan rumusan permasalahan dan tujuan penulisan.
5.      Pembahasan
Bagian pembahasan hendaknya ditulis secara logis dan runtut sesuai dengan rancangan permasalahan yang dikaji. Kajian terdahulu yang relevan dengan permasalahan yang dibahas dapat diuraikan untuk mendukung analisis kajian dan juga dapat digunakan untuk menunjukkan pada posisi mana artikel ilmiah ini ditulis. Demikian juga kajian terdahulu yang bertentangan dengan kajian, hal ini sebagai cara untuk perbandingan hasil kajian yang dilaksanakan dengan kajian yang telah dilakukan oleh penulis lain. Pada bagian ini hendaknya tidak memperbanyak sub bagian kajian, hal ini untuk menghindari tidak fokusnya pembahasan dan menjadikan telaah dapat mengarah kepada permasalahan yang dikaji.
6.      Penutup
Bagian penutup berisikan kesimpulan penulis berkaitan dengan uraian kajian jawaban dari permasalahan yang diajukan. Demikian juga dapat disampaikan sumbangsihnya kajian terhadap pengembangan ilmu dan juga saran-saran yang perlu disampaikan berkaitan dengan hasil pembahasan yang dikemukakan.
7.      Rujukan

Pedoman penulisan rujukan sama dengan pedoman pada penulisan artikel ilmiah hasil penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar